Tips Menulis Cerita Bagi Wartawan Pemula

Kalau yang selama ini mendapati kesulitan menyarikan berita, bukan cukup sama sekali memahani 5 W + 1 H dan piramida terbalik. Latihan menulis langsung menurus didefinisikan sebagai cara sebenarnya untuk meningkatkan kualitas vokal.

Tips jurnalistik dasar kalau wartawan perintis: bagaimana menyarikan berita yang baik untuk koran

#1: Menulis menggunakan jujur.

Bukti tidak piawai dipelintir. Saran dan penjelasan harus ditulis dalam perenggan yang bertentangan. Boleh tidak netral, akan tetapi berita terkini online indonesia harus bebas.

Berbohong untuk berita ialah dosa terberat wartawan. Jika jumlah pelopor LSM yang mendemo kepala distrik hanya puluhan orang, tidak tulis ratusan atau ribuan orang. Cerita bohong serupa ini sangat terkadang muncul di koran-koran lingkungan, terutama melekat liputan pilkada.

Jika harus menulis pembacaan atas satu buah fakta, tuliskanlah di alinea terpisah, & tunjukkan dengan jelas terhadap pembaca agar mereka tahu mana yang fakta dan mana pemikiran atau penafsiran si wartawan.



Reporter yang meliput berita di lokasi harus sok independen tentang semua pihak yang tersekat dengan wujud tulisannya. Sampaikan kesempatan yang sama bagi segenap narasumber bagi menjelaskan corak mereka, tan- memvonis kesahan. Wartawan mampu tidak bebas, misalnya kalau harus menyeberang pada orang bawahan yang oleh karena itu korban penindasan penguasa, namun harus saja independen dengan memberikan saluran pada penguasa untuk bercakap.

#2: Tilas Baca koma dan contoh piramida terjungkal.

Berhati-hatilah mempergunakan tanda mengaji koma. Bila salah penempatan, maka redaktur di pangkalan redaksi dapat salah mahir laporan kamu. “Amir membonggol, Budi ditangkap polisi” (yang memukul adalah si Amir, kok malah Budi yang ditangkap) adalah berbeda maknanya dengan “Amir memukul Siasat, ditangkap polisi” (ini sahih, yang ditangkap adalah Amir).

#3: Catat dengan uraian. Dengarkan beserta cermat. Rekam, jangan andalkan ingatan.

Aku sering melihat reporter koran yang baru beberapa tahun bekerja melakukan wawancara / liputan pemberitahuan di vak dengan bukan mencatat sedikit pun! Manusia menggunakan otak super! Bahkan seharga duduk yang warung kopi beserta jarak seratusan meter dr lokasi demo atau programa seremonial yang akan maka topik beritanya. Tapi sepulang meliput, dia bisa beserta santai menyarikan berita pada komputer warnet, tanpa resah sedikit pula biar bahwa peluang ada keterangan dan fakta yang salah-tulis.

#4: Tulis dalam komentar yang jelas, lengkap, serta jernih.

Pengarang koran koran akan melakukan naskah berita reporter yang ditulis menggunakan kalimat yang membingungkan, plus dia dikejar tenggat meradukan halamannya. Kalau anda menurun berita kriminal tentang mengembat, maka sebutkan sejelas-jelasnya SIAPA yang menggondol, SIAPA yang menjadi tumpuan, dan SEGALA SESUATU yang dicuri. Jangan engkau malah asyik menulis GIMANA pencurian ini terjadi, / ajakan kapolsek agar warga melakukan ronda malam.

#5: Fokus pada topik tuturan. Jangan merebak ke sana-sini.

Sejak menyenangkan dan wawancara di lokasi, reporter risalah sudah mesti tahu apa-apa topik / sudut tekur laporannya. Bila memilih “nasib guru honorer berupah kecil”, maka temuilah pihak-pihak yang terkait beserta isu mereka. Selain wawancara dengan ketua, tanyai juga kepala maktab, pejabat Institusi Pendidikan, anggota DPRD mulai komisi yang membidangi petunjuk, pensiunan hamba, dll. Non malah anda hanya menyedut komentar tokoh LSM sebab dia memiliki saudara yang baru diputus-kontrak sebagai inang honorer.

Write a comment

Comments: 0